Kegiatan Comdev Investasi Sengon
Thursday, 22 September 2011 11:45 Written by Administrator

Comdev Investasi Sengon

Comdev Investasi Sengon
Click to preview image

PROPOSAL


OPTIMALISASI PENGELOLAAN LAHAN PEKARANGAN / KEBUN DENGAN PENANAMAN SENGON SALOMON SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT
BERPOLA KEMITRAAN DENGAN COMDEV AL-FATH


I.    PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG.
Kerusakan hutan ( degradasi dan deforestasi ) yang sangat parah dengan laju mencapai 1,8 juta hektar pertahun (data DepHut ) menyebabkan hutan alam tidak mampu lagi menjadi pemasok kayu utama untuk bahan baku industri. Padahal kebutuhan kayu setiap tahunnya sangat tinggi dan tak tergantikan. Kerusakan hutan mengakibatkan efek berantai, mulai dari kerusakan ekosistem, punahnya Flora dan Fauna, serta munculnya berbagai bencana alam yang justru merugikan manusia. Untuk itu diperlukan solusi yang dapat mengatasi kerusakan hutan yang terus menerus sekaligus dapat mencukupi kebutuhan perkayuan.
Kalau saat ini Peternakan telah berhasil mengubah ayam yang dulunya berumur 7 bulan baru bisa dipotong sekarang dengan bibit yang unggul, pakan yang berkwalitas unggul,, serta perawatan yang intensif dapat diubah menjadi 3 bulan sudah dapat di potong. Demikian juga dengan komoditas lain seperti halnya pohon penghasil industri kayu. Saat ini banyak pilihan bibit kayu yang mempunyai umur pendek. Dengan pemeliharaan yang intensif dan tersedianya pupuk Organik atau An Organik di pasaran yang mendukung nutriisi tanaman industri kayu sehingga pertumbuhan kayu cepat besar. Hal ini tidak terlepas dari tenaga pendamping yang selalu memberi pembinaan secara terus menerus.
Saat ini Sengon ( Paraserianthes falcataria ) merupakan salah satu alternatif dan menjadi primadona baru dalam dunia perkayuan.Dikarenakan pertumbuhannya cepat, masa tebang lebih pendek, budidayanya lebih mudah, dapat ditanam diberbagai kondisi tanah, kayunya cenderung lebih lurus, produktivitasnya tinggi, serta multi manfaat.
Dalam pemanfaatan lahan pekarangan / kebun secara kemitraan, agar berhasil optimal diperlukan komitmen dari semua pihak yang berperan di dalamnya. Mulai dari kelompok tani Sengon, sebagai pengelola lahan / kebun sengon dan Comdev Al Fath sebagai Mitra tani yang sekaligus pemasar agar dapat meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan peluang pasar kayu rakyat, membangun akses permodalan, dan terbangunnya informasi pasar.

TUJUAN

 1. Membantu petani dalam mengoptimalkan lahan milik /pekarangan / kebun yang
      tidak produktif menjadi bernilai ekonomi serta ramah lingkungan.
 2. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tanggap terhadap lingkungan.
 3. Membantu menghambat pemanasan global yg saat ini telah kita rasakan.
4. Menumbuhkan kembali mata air yang telah mati akibat kerusakan hutan.
5. Meningkatkan hasil Carbon di pedesaan., guna menetralisir polusi udara.
6. Meningkatkan peran swasta berbasis kemitraan.
7. Meningkatkan peran petani berbasis Swasta.


II.    MENGENAL SENGON SALOMON (Paraserianthes falcataria)

MORFOLOGI DAN ANATOMI
A. Morfologi
Klasifikasi Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Bangsa : Fabales Famili : Fabaceae Sub Famili : Mimosoidae Marga : Paraserianthes Jenis : Paraserianthes falcataria Sinonim : Albizia moluccana Miq. Albizia falcataBacker; Albizia falcataria (L.) Fosberg. Nama lokal/daerah : Sengon (umum), jeungjing (Sunda), sengon laut (Jawa), sika(Maluku), tedehu pute (Sulawesi), bae, wahogon (Irja).
Deskripsi botani Batang Pohon berukuran sedang sampai besar, tinggi dapat mencapai 40 m. Tinggi batang bebas cabang 20 m.Tidak berbanir, kulit licin, berwarna kelabu muda, bulat agak lurus. Diameter pohon dewasa bisa mencapai 100 cm atau lebih.Tajuk berbentuk perisai, jarang, dan selalu hijau.
Daun Daun sengon tersusun majemuk menyirip ganda.Panjang dapat mencapai 40 cm, terdiri dari 8 15 pasang anak tangkai daun yang berisi 15 25 helai daun, dengan anak daun nya kecil-kecil dan mudah rontok.Warna daun sengon hijau pupus, berfungsi untuk memasak makanan dan sekaligus sebagai penyerap nitrogen dan karbon dioksida dari udara bebas.
Akar Sengon memiliki akar tunggang yang cukup kuat.Menembus kedalam tanah, akar rambut nya tidak terlalu besar, tidak rimbun dan tidak menonjol kepermukaan tanah. Akar rambutnya berfungsi untuk menyimpan zat nitrogen, oleh karena itu tanah disekitar pohon sengon menjadi subur.
Bunga Bunga tanaman sengon tersusun dalam bentuk malai.Berukuran sekitar 0,5 1 cm, berwarna putih kekuning-kuningan dan sedikit berbulu. Setiap kuntum bunga mekar terdiri dari bunga jantan dan bunga betina, dengan cara penyerbukan yang dibantu oleh angin atau serangga.

Buah Buah sengon berbentuk polong, pipih, tipis, tidak bersekat-sekat dan panjangnya sekitar 6 12 cm. Setiap polong buah berisi 15 30 biji. Bentuk biji mirip perisai kecil, waktu muda berwarna hijau dan jika sudah tua biji akan berubah kuning sampai berwarna coklat kehitaman,agak keras, dan berlilin.
Benih Pipih, lonjong, 3 4 x 6 7 mm, warna hijau, bagian tengah coklat. Jumlah benih 40.000 butir/kg. Daya berkecambah rata-rata 80%. Berat 1.000 butir 16 26 gram.
Kegunaan Merupakan kayu serba guna untuk konstruksi ringan, kerajinan tangan, kotak cerutu, veneer, kayu lapis, korek api, alat musik, pulp. Daun sebagai pakan ayam dan kambing. Di Ambon kulit batang digunakan untuk penyamak jaring, kadang-kadang sebagai pengganti sabun. Ditanam sebagai pohon pelindung, tanaman hias, reboisasi dan penghijauan.
B. Anatomi Nama botanis: (Paraserianthes falcataria (L) Nielsen), syn. Albizia falcata Backer, famili Mi mosaceae. Nama daerah :Albizia, bae, bai, jeungjing, jeungjing laut, jing laut, rare, salawaku sa lawaku merah, salawaku putih, salawoku, sekat,sengon laut, sengon sabrang, sika, sika bot, si kas, tawa sela, wai, wahagom, wiekkie.Nama lain : Batai (Malaysia Barat, Sabah, Philipina, Ing gris, Amerika Serikat, Perancis, Spanyol, Italia, Belanda, Jerman); kayu machis (Sarawak); pu ah (Brunei). Penyebaran : Seluruh Jawa, Maluku, Irian Jaya.
Ciri umum Kayu teras berwarna hampir putih atau coklat muda pucat (seperti daging) warna kayu gubal umumnya tidak berbeda dengan kayu teras. Teksturnya agak kasar dan merata dengan arah serat lurus, bergelombang lebar atau berpadu. Permukaan kayu agak licin atau licin dan agak mengkilap. Kayu yang masih segar berbau petai, tetapi bau tersebut lambat laun hilang jika kayunya menjadi kering. Sifat kayu : Kayu sengon termasuk kelas awet IV/V dan kelas IV-V dengan berat jenis 0,33 (0,24-0,49). Kayunya lunak dan mempunyai nilai penyusutan dalam arah radial dan tangensial berturut-turut 2,5 persen dan 5,2 persen (basah sampai kering ta nur). Kayunya mudah digergaji, tetapi tidak semudah kayu meranti merah dan dapat dikering kan dengan cepat tanpa cacat yang berarti. Cacat pengeringan yang lazim adalah kayunya me lengkung atau memilin. (Martawijaya dan Kartasujana, 1977). Kayu sengon digunakan untuk tiang bangunan rumah, papan peti kemas, peti kas, perabot an rumah tangga, pagar, tangkai dan kotak korek api, pulp kertas dan lain- lain.
Studi Perbandingan Metode Sampling Bor Riap dengan Disk untukPengukuran Proporsi dan Dimensi Serat Kayu Sengon Salomon(Paraserianthes falcataria, (L.) Nielsen)
Penggunaan metoda bor riap dan metoda disk tidakmemberikan perbedaan yang nyata untuk pengukuran dimensi serat..Demikian juga terhadap proporsi sel juga tidak memberikan perbedaan yang nyata seba gai akibat perbedaan penggunaan kedua metoda tersebut. Letak kedudukan kayu pada arah radial tidak memberikan perbedaan yang nyata terhadap hasil pengukuran proporsi tipe sel. Untuk dimensi serat terdapat variasi sebagai berikut Panjang serat berbeda nyata pada arah radial, dimana panjang

serat untuk bagian dekat kulit lebih panjang dibanding bagian dekat hati, demikian juga untuk tebal dinding sel kayu. Diameter serat dan dia meter lumen tidak berbeda nyata pada arah radial kayu (Praptoyo,2005)


DAFTAR PUSTAKA

Martawijaya. A, I. Kartasujana. 1977. Ciri Umum, Sifat dan Kegunaan Jenis-Jenis Kayu Indonesia. Publikasi Khusus No 41. LPHH, Bogor.Praptoyo,H.,2005. Studi Perbandingan Metode Sampling Bor Riap dengan Disk untuk Pengukuran Proporsi dan Dimensi Serat Kayu Sengon Salomon (Paraserianthes falcataria, (L Nielsen) J. Ilmu & Teknologi Kayu Tropis Vol.3 No. 2 2005 www.dephut.go.id/budidayasengon/j/54/5 diakses 3 desember 2008.

 sengon-2Kami juga menawarkan sistem kerjasama penanaman sengon solomon tanpa bagi hasil atau bisa disebut Sistem Proyek Tanam
? Lahan dan biaya penanaman sengon solomon sampai siap lepas rawat ( sampai
umur 2 tahun ) sebesar Rp. 75.000.000.- yang disediakan oleh Mitra Usaha. ? Kami menyediakan bibit sengon solomon dan tim untuk melakukan proses
tanam dan pola pemupukan selama 2 tahun yang dilakukan 3 bulan sekali. ? Hasil panen seluruhnya menjadi milik Mitra Usaha.
? Sistem Pembayaran sebagai berikut
1. Pembayaran 50% di bayar 1 minggu sebelum tanam.
2. Sisa pembayaran 7,5% dilakukan bertahap setiap 3 bulan sebelum
perawatan.


Bagi yang membutuhkan penjelasan lebih hubungi :
Comdev Al- Fath
HP. 0856 9248 3525
021 9850 4255
Email : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
website : www.masjidalfath.com

51 comments

Add comment